×


Was information useful?

Did you find what you were looking for?

You can leave your comments here:





Toolbox
Toolbox





Exponential moving average

Exponential moving average

Jenis lain dari moving average adalah Exponential Moving Average (EMA). Hal tersebut dapat dianggap sebagai beban MA, yang bebannya berkuran secara eksponensial dengan pergerakan menjauh dari peiode trading yang diambil untuk perhitungan, dimulai dari yang sekarang. Distribusi semacam itu memungkinkan untuk memusatkan pada harga saat ini dalam proses analisa dan bukan untuk meninggalkan sinyal trading. EMA memperkecil kelambatan , memberikan makna pada harga terbaru, dibandingkan dengan harga yang lama. Hal ini memungkinkan untuk bereaksi secara cepat pada variasi harga saat ini, yang menentang SMA. beban yang digunakan pada harga terkini, tergantung pada periode SMA. Semakin pendek periode SMA, semakin tinggi beban yang akan diberikan pada harga terkini. Contohnya, sebuah EMA 10 periode memberikan beban pada harga terakhir sama dengan 18,18%, pada waktu yang bersamaan sebuah EMA 20 periode hanya 9,25%. Namun, menghitung EMA lebih sulit dibandingkan dengan SMA

Rumus matematika untuk pengukuran EMA rekursif dan ketika koefisien yang halus sama dengan n, adalah:

EMA (n) = k * P(n) + (1-k) * EMA(n-1),

Dimana

P (n) adalah harga penutupan dari periode trading saat ini, EMA (n-1) adalah nilai dari EMA yang dihitung untuk periode trading sebelumnya, dan k adalah koefisien regulasi.

Nilai awal EMA(1) sama dengan harga pada periode trading pertama yang diperhitungkan yaitu P (1). Koefisien yang lebih tinggi adalah k, kurva EMA diperkirakan dalam grafik yang lebih baik, sejak hal yang paling penting disertakan pada harga saat ini.

Dengan demikian pertentangan pernyataan tersebut benar, bahwa untuk regulasi yang lemah pada nilai k koefisien, lebih signifikan disertai pada periode trading sebelumnya. tergantung dari platform trading, nilai koefisien yang berbeda digunakan, Dalam prakteknya, nilai 2/3 lebih sering digunakan.

Kurva EMA ditafsirkan secara sama, sebagai Kurva SMA pada analisa pasar Forex. Mereka memberikan sinyal yang persis dengan entri pasar dan keluar. Dalam proses analisa, perlu untuk mengetahui, apakah nilai koefisien regulasi digunakan oleh platform trading. Kurva EMA lebih melaju dalam reaksi perubahan harga ketika nilai koefisien lebih tinggi; karena mereka menyertakan beban lebih untuk periode trading saat ini. Hal ini adalah yang paling relevan apabila kilasan pasar berubah pada saat publikasi ekonomi atau intervensi dari peserta pasar Forex yang besar.

Kurva EMA sering dieksploitasi selama trading jangka pendek, karena mereka memungkinkan untuk penentuan perubahan harga yang cepat pada pasar mata uang. Sebaliknya, kurva SMA diaplikasikan untuk trading jangka panjang, karena mereka menggambarkan tren jangka panjang yang cukup baik. Oleh karena itu, pilihan indikator teknis tergantung pada pengalaman trading, dilakukan oleh trader pada peristiwa tertentu.

<back